POLRI

Jenjang Karir Bintara Polri 2023

By June 20, 2023 No Comments

Jenjang Karir Bintara Polri 2023

 

Jenjang Karir Bintara Polri 2023 – Polri (Kepolisian Republik Indonesia) merupakan lembaga keamanan yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di dalam Polri, terdapat Jenjang Karir Bintara Polri yang memberikan kesempatan kepada anggota Polri untuk meniti tangga kepangkatan dan meningkatkan tanggung jawab serta kewenangannya. Salah satu jenjang karir yang penting dalam Polri adalah Jenjang Karir Bintara Polri.

Jenjang Karir Bintara Polri adalah pangkat di bawah perwira dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jenjang Karir Bintara Polri memiliki peran yang vital dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan. Mereka terlibat dalam penanganan kasus, patroli, pengawasan, penindakan, serta berbagai kegiatan operasional lainnya.

Jenjang Karir Bintara Polri

Menurut Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 Tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pasal 3, golongan kepangkatan terdiri dari 3 jenis yaitu

  • Perwira
  • Bintara
  • Tamtama

Dari ketiga golongan tersebut dilebur menjadi beberapa jabatan struktural yang tercantum dalam pasal 4 hingga pasal 6.

PERWIRA

Perwira adalah salah satu Jenjang Karir Bintara Polri di dalam kepolisian atau militer yang berada di atas jenjang bintara. Para perwira memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam memimpin dan mengelola unit-unit di lapangan serta melaksanakan tugas-tugas kepolisian atau militer yang lebih kompleks. Mereka memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menjalankan fungsi-fungsi kepolisian atau militer.

Perwira biasanya memimpin dan mengawasi anggota bintara, serta memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan strategis dan operasional. Mereka juga terlibat dalam perencanaan taktis, pengembangan kebijakan, dan pengambilan keputusan kepolisian atau militer yang berkaitan dengan penegakan hukum, patroli, penyelidikan, serta tugas-tugas lainnya.

Dalam kepolisian, perwira biasanya memiliki pangkat seperti

Perwira Tinggi (Pati)

Jenjang Karir Bintara Polri

Perwira Tinggi adalah Jenjang Karir Bintara Polri atau posisi yang berada di puncak hierarki karir dalam institusi kepolisian atau militer. Perwira Tinggi memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi dalam memimpin dan mengelola unit-unit besar, merencanakan kebijakan strategis, serta mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan operasi dan keamanan.

Perwira Tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan operasional, mengembangkan kebijakan dan strategi kepolisian atau militer, serta memberikan arahan kepada perwira dan anggota bawahannya. Mereka juga terlibat dalam pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan kebijakan, perencanaan, dan pengelolaan sumber daya. Berikut uraian jenjang Pangkat Perwira Tinggi Polri selengkapnya:

  • Jenderal Polisi

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Komisaris Jenderal Polisi atau disebut Komjen Pol. Jenderal Polisi merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang pangkat perwira tinggi Polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bintang emas berjumlah 4 (empat).

  • Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Inspektur Jenderal Polisi atau disebut Irjen Pol. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bintang emas berjumlah 3 (tiga).

  • Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Brigadir Jenderal Polisi atau disebut Brigjen Pol. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bintang emas berjumlah 2 (dua).

  • Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat perwira tinggi polri Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bintang emas berjumlah 1 (satu).

Perwira Menengah (Pamen)

Jenjang Karir Bintara Polri

Perwira Menengah adalah Jenjang Karir Bintara Polri atau posisi di antara perwira tinggi dan bintara dalam institusi kepolisian atau militer. Perwira Menengah memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam menjalankan tugas-tugas operasional, memimpin unit-unit di lapangan, serta mengawasi dan melatih perwira bawahannya.

Dalam militer, Perwira Menengah memiliki pangkat yang bervariasi tergantung pada cabang dan negara tertentu. Contohnya, dalam Angkatan Darat Indonesia, pangkat Perwira Menengah meliputi Kapten, Mayor, Letnan Kolonel, dan Kolonel. Mereka biasanya memegang posisi-posisi komando di tingkat batalyon, brigade, atau sebagai staf di markas besar militer. Tugas-tugas mereka meliputi perencanaan operasional, pelaksanaan tugas lapangan, serta pengawasan terhadap unit-unit di bawah komandonya. berikut uraian jenjang Pangkat Perwira Menengah Polri selengkapnya:

  • Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Ajun Komisaris Besar Polisi Satu atau AKBP. Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang

  • Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Komisaris Polisi atau Kompol. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bunga melati emas berjumlah 2 (dua).

  • Komisaris Polisi (Kompol)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat perwira menengah polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda bunga melati emas berjumlah 1 (satu).

Perwira Pertama (Pama)

Jenjang Karir Bintara Polri

Perwira Pertama adalah Jenjang Karir Bintara Polri atau posisi di dalam institusi kepolisian atau militer yang berada di bawah perwira menengah dan di atas perwira muda. Perwira Pertama memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam melaksanakan tugas operasional, memimpin unit-unit di lapangan, dan mengawasi perwira muda.

Jenjang Karir Bintara Polri dalam jenjang Perwira Pertama didasarkan pada penilaian atasan, kinerja yang baik, dan keberhasilan dalam tugas-tugas lapangan. Para perwira ini memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang lebih lanjut guna memperluas pengetahuan dan kemampuan mereka.

Secara keseluruhan, Perwira Pertama merupakan jenjang karir yang penting dalam kepolisian atau militer. Mereka memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam melaksanakan tugas-tugas operasional, memimpin unit-unit, dan mengawasi perwira muda. berikut uraian jenjang Pangkat Perwira Pertama Polri selengkapnya:

  • Ajun Komisaris Polisi (AKP)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Inspektur Polisi Satu atau Iptu. Ajun Komisaris Polisi atau AKP merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang pangkat perwira pertama Polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis emas berjumlah 3

  • Inspektur Polisi Satu (Iptu)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Inspektur Polisi Dua atau Ipda. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis emas berjumlah 2 (dua).

  • Inspektur Polisi Dua (Ipda)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat perwira pertama polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis emas berjumlah 1 (satu).

BINTARA

Jenjang Karir Bintara Polri

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, taruna akan dinaikkan Jenjang Karir Bintara Polri menjadi bintara dan ditempatkan di Satuan Kerja Kepolisian. Sebagai bintara, mereka akan melaksanakan tugas-tugas operasional di lapangan dan diberikan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka akan terlibat dalam penegakan hukum, patroli, penindakan, dan penyelidikan kasus-kasus kejahatan. berikut uraian jenjang Pangkat Bintara Polri selengkapnya:

Bintara Tinggi

Jenjang Karir Bintara Polri

  • Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat bintara tinggi polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis bergelombang perak berjumlah 1 (satu).

  • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Ajun Inspektur Polisi Dua atau Aipda. Ajun Inspektur Polisi Satu atau Aiptu merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang pangkat bintara tinggi Polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis bergelombang perak berjumlah 2 (dua).

Bintara

Jenjang Karir Bintara Polri

  • Brigadir Polisi Kepala (Bripka)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Brigadir Polisi atau Brigpol. Brigadir Polisi Kepala atau Bripka merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang pangkat bintara Polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah perak berjumlah 4 (empat).

  • Brigadir Polisi (Brigpol)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Brigadir Polisi Satu atau Briptu. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah perak berjumlah 3 (tiga).

  • Brigadir Polisi Satu (Briptu)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Brigadir Polisi Dua atau Bripda. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah perak berjumlah 2 (dua).

  • Brigadir Polisi Dua (Bripda)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat bintara polri Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah perak berjumlah 1 (satu).

TAMTAMA

Tamtama adalah salah satu Jenjang Karir Bintara Polri di dalam kepolisian atau militer yang berada di bawah jenjang bintara. Tamtama merupakan Jenjang Karir Bintara Polri awal di kepolisian atau militer, di mana anggota yang berada pada tingkat tamtama memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih operasional dan eksekutif.

Dalam kepolisian, tamtama biasanya memiliki pangkat seperti Brigadir atau Briptu. Mereka bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas kepolisian di lapangan, seperti patroli, pengawasan, penindakan, serta memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Tamtama dapat bekerja dalam berbagai unit kepolisian, termasuk lalu lintas, reserse, keamanan, dan lain sebagainya. Mereka juga dapat terlibat dalam penanganan kasus-kasus kejahatan yang sederhana.

Dalam militer, tamtama juga merupakan tingkat awal dalam karir. Pangkat tamtama dalam militer beragam, tergantung pada cabang dan negara tertentu. Contohnya, dalam Angkatan Darat Indonesia, pangkat tamtama meliputi Prajurit Dua, Prajurit Satu, Kopral, Sersan Dua, dan Sersan Satu. Tugas-tugas tamtama dalam militer meliputi tugas-tugas lapangan, pengawasan, dan dukungan operasional.

Tamtama biasanya menjalani pendidikan dan pelatihan dasar di awal karir mereka, yang meliputi pengetahuan dasar kepolisian atau militer, kedisiplinan, taktik operasional, serta keterampilan fisik dan teknis yang diperlukan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.

Perjalanan karir tamtama dapat melanjutkan ke jenjang bintara dan perwira, tergantung pada kinerja, penilaian atasan, serta keberhasilan dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan. Tamtama juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan oleh institusi kepolisian atau militer.

Secara keseluruhan, tamtama merupakan Jenjang Karir Bintara Polri awal yang memberikan pondasi dalam kepolisian atau militer. Mereka memiliki peran penting dalam melaksanakan tugas-tugas operasional dan mendukung misi kepolisian atau militer untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. berikut uraian jenjang Pangkat Tamtama Polri selengkapnya:

  • Ajun Brigadir Polisi (Abripol)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Brigadir Polisi atau Brigpol. Brigadir Polisi Kepala atau Bripka merupakan pangkat paling tinggi dalam jenjang pangkat bintara Polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah merah berjumlah 3 (tiga).

  • Ajun Brigadir Polisi (Abriptu)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Ajun Brigadir Polisi Dua atau Abripda. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah merah berjumlah 2 (dua).

  • Ajun Brigadir Polisi (Abripda)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Bhayangkara Kepala atau Bharaka. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis panah merah berjumlah 1 (satu).

  • Bhayangkara Kepala (Bharaka)

Merupakanpangkat lebih tinggi di atasnya Bhayangkara Satu atau Bharatu. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis miring merah berjumlah 3 (tiga).

  • Bhayangkara Satu (Bharatu)

Merupakan pangkat lebih tinggi di atasnya Bhayangkara Dua atau Bharada. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis miring merah berjumlah 2 (dua).

  • Bhayangkara Dua (Bharada)

Merupakan pangkat paling rendah di jajaran pangkat tamtama polri. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda garis miring merah berjumlah 1 (satu).

Urutan pangkat polisi ini nantinya akan menentukan gaji dan tunjangan yang didapat. Untuk tunjangan, ada banyak tunjangan umum yang diberikan kepada polisi, yaitu tunjangan istri atau suami, anak, pangan atau beras, lauk pauk, umum, dan jabatan struktural atau fungsional.

Kemudian, tunjangan yang disamakan dengan tunjang jabatan, khusus Provinsi Papua, pengabdian di wilayah terpencil, khusus polisi wanita, petugas Polmas atau Babinkamtibmas, hingga khusus wilayah pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan.

Selain itu, ada juga tunjangan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, pembulatan gaji, sampai tunjangan pajak penghasilan (PPh).

Gaji dan Tunjangan Jenjang Karir Bintara Polri

Bagi mereka yang berminat untuk menjadi seorang polisi maka ia harus mengetahui besaran gaji seorang polisi berikut tunjangannya. Berikut ini daftar gaji dan tunjangan jabatan polisi berdasarkan Jenjang Karir Bintara Polri dan kepangkatannya yang meliputi:

1.Golongan Tamtama atau golongan satu terdiri-dari :

  • Ajun Brigadir Polisi (Abripol) gajinya Rp 1.917.100,00 sampai Rp 2.960.700,00
  • Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu) gaji Rp 1.858.900,00 sampai Rp 2.783.900,00
  • Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda) gajinya sebesar Rp 1.802.600,00 sampai Rp 2.783.900
  • Bhayangkara Dua (Bharada) gaji Rp 1.643.500,00 sampai Rp 2.538.100,00
  • Bhayangkara Satu (Bharatu) gaji Rp 1.694.900,00 sampai Rp 2.699.400,00
  • Bhayangkara Kepala (Bharaka) gaji Rp 1.747.900,00 sampai Rp 2.699.400,00

2.Untuk golongan Bintara atau golongan dua terdiri-dari:

  • Brigadir Polisi Dua Rp 2.103.700,00 sampai Rp 3.457.100,00
  • Brigadir Polisi Satu (Briptu) gaji Rp 2.169.500,00 sampai Rp 3.565.200,00
  • Brigadir dengan gaji Rp 2.237.400,00 sampai Rp 3.676.700,00

3.Untuk kalangan perwira tinggi, berikut rinciannya:

  • Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) gaji Rp 3.290.500,00 sampai Rp 5.407.400,00
  • Inspektur Jenderal Polisi (Irjen) gaji 3.290.500,00 sampai Rp 5.576.500,00
  • Komisaris Jenderal Polisi (Komjen) gaji Rp 5.079.300,00 sampai Rp 5.930.800,00
  • Jenderal Polisi gaji Rp 5.238.200,00 sampai Rp 5.930.800,00.

Sementara itu, berikut ini daftar tunjangan performa bagi anggota kepolisian RI sesuai jenjang karir polisi yang meliputi:

  • Jabatan kelas satu Rp 1.968.000,00
  • Jabatan kelas dua Rp 2.089.000,00
  • Jabatan kelas tiga Rp 216.000,00
  • Jabatan kelas empat Rp 2.350.000,00
  • Jabatan kelas lima Rp 2.493.000,00
  • Jabatan kelas enam Rp 2.702.000,00
  • Jabatan kelas tujuh Rp 3.319.000,00

Daftar gaji dan tunjangan jabatan polisi yang didapat di atas berdasarkan kinerja personel Kepolisian Indonesia. Ini belum ditambah tunjangan lainnya, antara lain:

  • Tunjangan daerah perbatasan
  • Tunjangan khusus daerah Papua
  • Tunjangan jabatan
  • Tunjangan lauk pauk
  • Tunjangan keluarga
  • Tugas Pokok Kepolisian Republik Indonesia

Sesuai dengan UU No. 2 tahun 2002, tugas pokok kepolisian republik Indonesia tercantum pada Pasal 13, yaitu:

  • Bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat
  • Bertugas menegakkan hukum
  • Bertugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat

Dilanjutkan oleh Pasal 14 UU No 2 Tahun 2002, yaiut:

  • Melaksanakan penjagaan, pengaturan, pengawalan dan patroli terhadap kegiatan di masyarakat dan di pemerintaha. sesuai kebutuhan.
  • Menyelenggarakan semua kegiatan untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancarana lalu lintas di jalan.
  • Membina masyarakat demi meningkatkan partisipasi masyarakat, kesadaran hukum masyarakat dan ketaatan masyarakat terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
  • Ikut serta dalam pembinaan hukum nasional.
  • Memelihara ketertiban serta menjamin keamanan secara umum.
  • Koordinasi, pembinaan serta pengawasan terhadap polisi khusus, penyidik dan juga bentuk pengamanan swakarsa.
  • Melakukan penyelidikan serta penyidikan terhadap semua tindak pidana sesuai dengan hukum acara pidaha yang berlaku dan peraturan lainnya.
  • Mengidentifikasi terhadap kepolisian, kedokteran kepolisian, laboratorium forensik dan juga psikologi kepolisian demi kepentingan tugas kepolisian.
  • Menjaga keselamatan masyarakat, dan lingkungan dari gangguan ketertiban ataupun bencana termasuk memberikan bantuan atau pertolongan dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.
  • Melayani masyarakat berkepentingan untuk sementara, sebelum ditangai oleh pihak yang berwenang.
  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kepentingannya di lingkup tugas kepolisian.
  • Melaksanakan tugas lain yang sesuai dengan perundang-undangan.
  • Kewenangan Kepolisian Republik Indonesia

Tugas dan wewenang Polri secara khusus tercantum pada Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia, khususnya pada Pasal 15 dan Pasal 16. Lalu juga dilengkapi dengan Pasal 18. Hanya saja dalam Pasal 18 membahas mengenai diskresi Kepolisian didasarkan pada Kode Etik Kepolisian.

Berdasarkan rumusan fungsi, tugas pokok, tugas dan wewenang Polri yang diatur pada UU No. 2 tahun 2002, dapat disimpulkan kewenangan utama kepolisian adalah sebagai berikut:

  1. Berwenang Pembinaan Masyarakat atau Pre-emtif

Tugas dan kewenangan utama Polri dalam bidang pembinaan masyarakat yaitu community policing, dengan melakukan pendekatan sosial dan menjalin hubungan mutualisme dengan masyarakat. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, serta kesadaran akan hukum dan undang-undang.

Konsep Community Policing ini sebenarnya sudah ada pada karakter dan budaya Indonesia (Jawa), contohnya siskamling atau sistem keamanan lingkungan. Siskamling diterapkan pada lingkungan desa atau kampung/ komplek dengan melakukan penjagaan secara bergantian. Dan juga ditunjang dengan kegiatan seperti babinkamtibnas yang mengawasi daerah-daerah untuk melaksanakan kegiatan khusus.

  1. Bertugas dan Berwenang di Bidang Preventif

Tujuannya adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, keselamatan orang, benda dan barang, memberi perlindungan dan pertolongan, serta mencegah pelanggaran hukum. Dalam melaksanakan tugas di bidang preventif, perlu kemampuan seorang profesional dengan teknik tersendiri seperti patroli, penjagaan pengawalan, dan juga pengaturan.

  1. Dalam Bidang Represif

Di bidang represif, tugas dan kewenangan seorang anggota polri ada dua macam yaitu represif justisiil dan represif non justisiil. Salah satu contoh tugas represif non justisiil terdapat pada UU No. 2 Tahun 2002 Pasal 18 ayat 1, yaitu memiliki wewenang diskresi kepolisian yang menyangkut kasus ringan.

Sedangkan tugas represif justisiil menggunakan azas legalitas bersama unsur criminal justice sistem lainnya. Contohnya yaitu membuat substansi mengenai cara penyidikan dan penyelidikan sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundangan lainnya.

Bila terjadi tindakan pidana, penyidik perlu melakukan kegiatan sebagai berikut:

  • Mencari dan menemukan peristiwa yang dianggap sebagai tindak pidana
  • Menetukan bisa atau tidaknya dilakukan penyidikan pada kasus
  • Mencari dan mengumpulkan bukti pada kasus
  • Membuat terang tindak pidana yang terjadi
  • Menemukan tersangka pelaku tindak pidana

 

Jenjang karir bintara Polri menawarkan peluang bagi anggota Polri untuk terus berkembang, meningkatkan keterampilan, dan mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, penting untuk dicatat bahwa kenaikan Jenjang Karir Bintara Polri tidak hanya ditentukan oleh waktu tetapi juga oleh kinerja, penilaian atasan, serta dedikasi yang konsisten dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian dengan profesionalisme.

Melalui jenjang karir bintara Polri, anggota Polri memiliki kesempatan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan dedikasi, komitmen, serta peningkatan kompetensi dan pengetahuan, anggota Polri dapat membangun karir yang sukses dan bermanfaat dalam mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat.

Leave a Reply

× Coba GRATIS Simulasi Ujian CAT