Akpol

Mengenal Tes Fisik Akpol: Kesamaptaan, Antropometri, dan Renang

Mengenal SPN Polri: Tempat Pendidikan Awal Calon Bintara PolisiTes Fisik Akpol — Banyak peserta seleksi Akpol harus menghentikan langkahnya bukan karena nilai akademik yang rendah, melainkan karena gagal di tes fisik. Padahal, tes ini sebenarnya bisa dipersiapkan sejak jauh hari jika memahami jenis tes dan standar yang akan dihadapi.

Tes fisik Akpol bukan sekadar menguji seberapa kuat tubuh seseorang, tetapi juga menilai daya tahan, kedisiplinan, serta kesiapan mental calon taruna untuk menjalani pendidikan kepolisian yang keras dan berjenjang. Karena itu, memahami apa saja isi tes fisik Akpol menjadi langkah awal yang penting sebelum memulai persiapan secara serius.

Melalui artikel ini, kamu akan mengetahui jenis-jenis tes fisik Akpol, gambaran pelaksanaannya, serta hal-hal penting yang sering luput dari perhatian peserta seleksi.

Apa Itu Tes Fisik Akpol?

Soal Bahasa Inggris AKPOL 2023Tes fisik Akpol merupakan rangkaian uji kemampuan jasmani yang terdiri dari tes kesamptaan dan tes antropometri. Tes ini dirancang untuk mengukur kesiapan jasmani calon taruna sebelum lanjut ke tahap seleksi selanjutnya. Jika dibandingkan dengan Tes Akademik, Tes fisik Akpol memiliki tingkat kepentingan yang setara, bahkan menjadi salah satu penentu utama kelulusan dalam proses seleksi.

Tes fisik Akpol tidak hanya menilai kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga mengukur kekuatan otot, kecepatan, kelincahan, serta daya tahan organ-organ vital seperti jantung dan paru-paru. Seluruh aspek tersebut berperan penting dalam menentukan kesiapan fisik jangka panjang calon taruna untuk menjalani pendidikan kepolisian yang intens dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, meskipun memiliki nilai tes akademik yang baik, calon peserta tidak boleh meremehkan tes fisik. Ketidaksiapan fisik atau tidak terpenuhinya standar yang ditetapkan tetap dapat menyebabkan peserta gugur dalam seleksi.

Tujuan Tes Fisik Akpol

Tes fisik Akpol bertujuan untuk memastikan calon taruna memiliki kondisi jasmani yang memenuhi standar sebelum mengikuti pendidikan kepolisian yang menuntut ketahanan fisik dan mental tinggi. Secara khusus, tes ini dilaksanakan untuk beberapa tujuan berikut:

  1. Mengukur kesiapan fisik calon taruna
    Tes fisik digunakan untuk menilai apakah peserta memiliki kekuatan, stamina, dan daya tahan tubuh yang cukup untuk mengikuti seluruh rangkaian pendidikan di Akademi Kepolisian.
  2. Menilai kemampuan jasmani secara menyeluruh
    Tes ini tidak hanya berfokus pada kekuatan otot, tetapi juga mencakup daya tahan jantung dan paru-paru, kecepatan, kelincahan, serta koordinasi gerak, yang sangat dibutuhkan dalam tugas kepolisian.
  3. Memastikan postur dan komposisi tubuh ideal
    Melalui tes antropometri, panitia seleksi menilai kesesuaian tinggi badan, berat badan, dan proporsi tubuh agar calon taruna tidak memiliki hambatan fisik dalam menjalani pendidikan dan tugas lapangan.
  4. Menyaring peserta yang berisiko cedera atau tidak siap fisik
    Tes fisik berfungsi sebagai tahap seleksi awal untuk mencegah calon taruna yang belum siap secara jasmani mengalami cedera serius selama pendidikan berlangsung.
  5. Menjamin kesiapan fisik jangka panjang
    Kondisi fisik yang baik sejak awal menjadi dasar bagi calon taruna untuk menjalani pendidikan berkelanjutan dan siap melaksanakan tugas-tugas kepolisian secara profesional setelah lulus.

Jenis-Jenis Tes Fisik Akpol

Tes Kesamaptaan

Tes kesamaptaan adalah rangkaian tes yang bertujuan untuk mengukur kemampuan jasmani dan kebugaran fisik seseorang secara menyeluruh. Dalam seleksi Akademi Kepolisian, tes kesamaptaan digunakan untuk menilai kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, serta koordinasi gerak calon taruna.

Tes ini mencerminkan tingkat kesiapan fisik peserta dalam menghadapi aktivitas fisik intens dan berkelanjutan selama pendidikan kepolisian, sekaligus menjadi indikator kemampuan menjalankan tugas-tugas kepolisian di lapangan.

1. Tes Kesamaptaan A (Lari 12 Menit)

Tes Kesamaptaan A berupa lari selama 12 menit yang bertujuan untuk mengukur stamina serta daya tahan kardiovaskular, khususnya kemampuan kerja jantung dan paru-paru. Dalam tes ini, peserta diwajibkan berlari sejauh mungkin dalam waktu yang telah ditentukan. Jarak tempuh yang dicapai akan menjadi dasar penilaian. Tes ini sangat penting karena mencerminkan kemampuan peserta dalam menghadapi aktivitas fisik berkepanjangan selama pendidikan kepolisian.

2. Tes Kesamaptaan B

Tes Kesamaptaan B terdiri dari beberapa rangkaian gerakan yang bertujuan menilai kekuatan dan kelincahan tubuh secara menyeluruh, antara lain:

  • Pull Up / Chinning
    Tes ini mengukur kekuatan otot lengan, bahu, dan punggung. Pull up diperuntukkan bagi peserta pria, sedangkan peserta wanita melaksanakan chinning (gantung siku tekuk). Penilaian didasarkan pada jumlah gerakan atau durasi bertahan sesuai ketentuan.
  • Sit Up
    Sit up bertujuan mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. Tes dilakukan dalam waktu 1 menit dengan jumlah gerakan tertentu sebagai standar penilaian.
  • Push Up
    Push up digunakan untuk mengukur kekuatan otot lengan dan dada. Gerakan harus dilakukan dengan teknik yang benar agar dapat dihitung sebagai nilai sah.
  • Shuttle Run
    Shuttle run dilakukan dengan lari bolak-balik membentuk pola angka delapan. Tes ini bertujuan mengukur kecepatan, akselerasi, dan kelincahan peserta dalam bergerak.
3. Tes Tambahan: Tes Renang (25 Meter)

Tes renang bertujuan untuk menilai kemampuan dasar berenang serta ketahanan peserta di dalam air. Peserta diwajibkan berenang sejauh 25 meter tanpa berhenti, dengan waktu tempuh sebagai salah satu indikator penilaian. Tes ini penting untuk memastikan calon taruna memiliki kesiapan dasar dalam menghadapi aktivitas kepolisian yang berisiko melibatkan kondisi perairan.

Tes Antropometri

Tes antropometri adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengukur dimensi dan proporsi tubuh calon taruna, seperti tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), serta kesesuaian postur. Tes ini dilakukan untuk memastikan peserta memiliki struktur tubuh yang ideal dan seimbang sesuai standar yang ditetapkan.

Dalam seleksi Akpol, tes antropometri berperan penting untuk menilai apakah kondisi fisik peserta mendukung ketahanan fisik jangka panjang, meminimalkan risiko cedera, dan menunjang kemampuan menjalani pendidikan serta tugas kepolisian secara optimal.

1. Tinggi Badan

Standar tinggi badan yang harus di penuhi adalah:

  • Pria: minimal 165 cm
  • Wanita: minimal 163 cm
2. Berat Badan

Berat badan juga harus ideal. Calon taruna bisa menghitung sendiri berat badan mereka dengan rumus indeks massa tubuh (IMT/BMI):

IMT = Berat badan (kg) ÷ Tinggi badan (m)²
IMT ideal: 18.5 – 25.0

3. Pemeriksaan Postur Tubuh
  • Kepala dan Leher
    Pemeriksaan dilakukan untuk melihat apakah posisi kepala sejajar atau mengalami kemiringan ke kanan atau kiri, serta apakah leher menjulur ke depan. Kelainan pada area ini dapat memengaruhi keseimbangan tubuh dan daya tahan otot leher.
  • Bahu
    Bahu diperiksa untuk mendeteksi kondisi bahu rendah (shoulder droop) atau condong ke depan (shoulder thrust). Posisi bahu yang tidak sejajar dapat mengganggu stabilitas tubuh dan efisiensi gerakan.
  • Tulang Punggung
    Pemeriksaan tulang belakang bertujuan mengidentifikasi kelainan seperti lengkung berlebihan ke depan (lordosis), ke belakang (kyphosis), atau membentuk huruf S (scoliosis). Kelainan ini dapat berdampak pada kekuatan tubuh dan ketahanan fisik jangka panjang.
  • Dada dan Perut
    Dinilai bentuk dan proporsinya, seperti dada pipih atau meruncing, serta kondisi perut menonjol (abdominal ptosis). Kondisi ini dapat memengaruhi kapasitas pernapasan dan stabilitas tubuh saat aktivitas fisik.
  • Pinggul dan Panggul
    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keseimbangan dan keselarasan posisi pinggul dan panggul, yang berperan penting dalam menopang tubuh dan menjaga kestabilan saat bergerak.
  • Kaki dan Telapak Kaki
    Dinilai posisi lutut yang terlalu maju (knee thrust), bentuk kaki X atau O, serta telapak kaki datar (flat foot). Kelainan pada bagian ini dapat memengaruhi kecepatan, kelincahan, serta meningkatkan risiko cedera.
4. Sikap dan Cara Berjalan

Penilaian dilakukan secara visual untuk melihat koordinasi gerak, keseimbangan, dan sikap tubuh secara keseluruhan saat berjalan.

Baca Juga: Tes Akademik Akpol: Materi SMA yang Paling Sering Keluar

Nah Kawan-kawan Bintang Taruna, itulah pembahasan lengkap tentang Tes Fisik Akpol yang membuat kamu jadi lebih siap untuk menjalani tes tersebut!

Kalau kamu serius ingin meraih impian masuk Akpol, Akmil, atau sekolah kedinasan pilihanmu, jangan tunda persiapannya! Bimbel Bintang Taruna hadir sebagai solusi lulus seleksi taruna dengan program bimbingan belajar yang dirancang khusus untuk membantu kamu menghadapi seleksi masuk Akpol, Akmil, Bintara Polri, SIPSS, UNHAN RI, dan sekolah kedinasan lainnya. Materi pembelajaran mencakup latihan soal, try out, pembahasan lengkap, dan pembekalan strategi sukses seleksi.

Program pembelajaran Bintang Taruna tersedia dalam berbagai paket mulai dari Bronze, Silver, Gold, hingga Platinum dan Diamond, yang dapat dipilih sesuai kebutuhan persiapanmu.

Siap tingkatkan peluang lolos seleksi?
Hubungi Bintang Taruna sekarang juga dan mulai persiapanmu secara terarah dan profesional! Hubungi Kami Sekarang.

lebih sulit masuk Akpol atau Akmil

Leave a Reply