AKMILAkpolContoh Soal AkpolMembuat SIPSSPOLRISekolah KedinasanSekolah Polisi

5 Standar Penilaian Akademik AKMIL & AKPOL untuk Calon Perwira Muda!

5 Standar Penilaian Akademik AKMIL & AKPOL untuk Calon Perwira Muda!

5 Standar Penilaian Akademik AKMIL & AKPOL untuk Calon Perwira Muda!Siapa yang tidak merinding bangga melihat barisan Taruna dengan seragam gagahnya? Menjadi bagian dari Akademi Militer (AKMIL) di Magelang atau Akademi Kepolisian (AKPOL) di Semarang adalah mimpi bagi ribuan pemuda-pemudi Indonesia. Namun, jalan menuju sana bukan sekadar soal seberapa banyak kamu bisa pull-up atau seberapa cepat kamu berlari.

Berdasarkan visi yang tercantum dalam laman resmi akmil.ac.id dan akpol.ac.id, kedua lembaga ini bertujuan mencetak perwira yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga cerdas, bermoral, dan berwawasan global. Untuk menyaring bibit unggul tersebut, diterapkan standar penilaian akademik yang sangat ketat. Yuk, kita kupas tuntas 5 standar penilaian akademik yang wajib kamu taklukkan!

Baca juga : 5 Hal Penting yang Harus Kamu Tahu Tentang Tes Psikotes AKMIL: Yuk Kenalan Sama Tahap Paling Krusial Ini!

1. Standar Nilai Ambang Batas (Passing Grade) Rapor dan Ijazah

Perjalananmu dimulai dari berkas administrasi. AKMIL dan AKPOL menjadikan nilai rapor SMA/MA sebagai indikator awal kecerdasan intelektual calon taruna. Secara umum, standar yang diminta adalah nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 hingga 75,00.

Namun, jangan cepat puas! Di AKPOL, persaingan seringkali lebih ketat dengan permintaan nilai minimal B atau angka 75,00 untuk lulusan tahun berjalan. Mengapa ini penting? Karena nilai rapor dianggap sebagai cerminan konsistensi belajarmu selama tiga tahun di sekolah. Jika di sekolah saja kamu sudah berprestasi, maka kamu dinilai punya modal dasar untuk mengikuti kurikulum pendidikan tinggi pertahanan dan kepolisian yang sangat padat.

2. Ketajaman Berpikir lewat CAT (Computer Assisted Test) Akademik

Setelah lolos administrasi, kamu akan berhadapan dengan layar komputer. Sistem CAT memastikan penilaian berjalan transparan dan real-time. Standar akademik yang diuji meliputi:

  • Wawasan Kebangsaan: Pengetahuan tentang Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Ini bukan sekadar hafalan, tapi ujian pemahaman ideologi.
  • Pengetahuan Umum: Mencakup isu global, sejarah, hingga dasar-dasar hukum (khususnya untuk calon Taruna Akpol).
  • Matematika dan Bahasa Inggris: Dua subjek ini menjadi standar internasional. AKPOL, sebagai anggota INTERPA, sangat menekankan kemampuan Bahasa Inggris agar lulusannya siap menghadapi kejahatan transnasional.

3. Standar Indeks Prestasi (IPK) Selama Pendidikan

Masuk ke akademi hanyalah awal dari pendakian yang sesungguhnya. Selama 4 tahun (8 semester), Taruna harus mempertahankan standar akademis yang tinggi. Di AKMIL, kurikulumnya mencakup ilmu militer dan program studi sarjana terapan (seperti Teknik Sipil atau Manajemen Pertahanan).

Untuk bisa lulus dan dilantik menjadi Letnan Dua (Letda) atau Inspektur Polisi Dua (Ipda), Taruna wajib meraih IPK minimal di angka 3,00. Jika seorang Taruna mendapatkan nilai di bawah standar atau gagal dalam mata kuliah tertentu secara berturut-turut, mereka bisa terkena sanksi akademis hingga yang terberat: Drop Out (DO). Di sini, istilah “belajar sampai mati” terasa nyata karena jadwal belajar mandiri dilakukan setiap malam di bawah pengawasan ketat.

Sistem Penghargaan di Akmil: Menilai Sikap, Pengetahuan, dan Jasmani Taruna 20254. Sinkronisasi Teori dan Praktik (Lattek)

Penilaian akademik tidak hanya terjadi di dalam kelas. Standar penilaian juga diambil dari Latihan Teknis (Lattek) di lapangan. Misalnya, seorang Taruna AKMIL dinilai dari kemampuannya menerapkan taktik infanteri yang dipelajari di buku ke dalam simulasi tempur. Begitu juga Taruna AKPOL yang dinilai cara menangani simulasi olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Penilaian ini disebut sebagai aspek “Keterampilan”, yang bobot nilainya sangat menentukan kelulusan tiap semester.

5. Aspek Integratif: Nilai Akhir Pendidikan

Inilah standar yang paling unik. Di kedua akademi ini, nilai akademikmu tidak berdiri sendiri. Terdapat sistem penilaian integratif yang menggabungkan tiga pilar (sering disebut Trisakti Wiratama di AKMIL atau Polahabijana di AKPOL):

  1. Akademik (Tanggap): Kecerdasan intelektual.
  2. Kepribadian (Tanggon): Mental, moral, dan etika kepemimpinan.
  3. Jasmani (Trengginas): Ketangkasan dan kesehatan fisik.

Nilai akademik biasanya berkontribusi sekitar 30-40% dari total nilai kelulusan. Artinya, jika kamu ingin meraih gelar Adhi Makayasa (lulusan terbaik), kamu tidak boleh “pincang”. Kamu harus menjadi pribadi yang seimbang: otaknya encer, fisiknya tangguh, dan karakternya mulia.

Standar penilaian di AKMIL dan AKPOL memang tinggi karena tanggung jawab yang akan dipikul pun besar. Menjadi perwira berarti menjadi pemimpin yang akan mengambil keputusan di bawah tekanan. Jadi, buat kamu yang bercita-cita mengenakan seragam taruna, mulailah asah otakmu dari sekarang!

rahasia latihan fisik calon taruna

Leave a Reply